cropped-kop_surat_Amal_Insani_Foundation_PNG3-removebg-preview.png
Previous
Next
Mahasiswa UNIBA Berkolaborasi Dengan Mahasiswa KKM  Tematik Kelompok 02 Untirta  Sosialisasi Pencegahan Stunting Dan Gizi Buruk

amalinsani.org – Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) PKM  Kelompok 28 Universitas Bina Bangsa yang berkolaborasi dengan mahasiswa KKM  Tematik Kel.02 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa gelar Sosialisasi Pencegahan Stunting dan Gizi Buruk di Kantor Balai Desa, Desa Lebak Kepuh , Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang, Banten. Acara ini dihadiri oleh 31 warga Desa Lebak Kepuh dan berlangsung selama 2 jam, Senin (08/08/2022).

Sosialisasi diawali oleh sambutan dan dibuka oleh Yayah selaku Ketua Kader Posyandu Desa Lebak Kepuh . Dalam sambutannya Yayah berharap adanya sosialisasi ini dapat menambah ilmu tentang makanan yang sehat dan bergizi kepada masyarakat Desa Lebak Kepuh, terutama ibu-ibu yang setiap harinya menghidangkan makanan untuk anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Penanggung Jawab kegiatan ini KKM Tematik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Kelompok 02, Feni Adianti  mengatakan alasan diadakannya sosialisasi ini karena saat ini 2 dari 10 Balita di Banten mengalami Stunting.

“Persoalan ini bukan persoalan bangsa di masa sekarang saja, melainkan menyangkut masa depan kita karena anak-anak itu adalah generasi penerus. Mereka lah masa depan kita. Bagaimana kita bisa mencapai visi Indonesia mewujudkan Generasi Emas kalau modal dasarnya yaitu anak-anak mengalami Stunting,” paparnya.

Materi disampaikan oleh Yati Kurniawati, S.Gz (Tenaga Pelaksana Gizi)  Puskesmas Lebak Wangi. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis dan stimulasi psikososial serta paparan infeksi berulang terutama dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), di mana balita memiliki panjang atau tinggi badan kurang jika dibandingkan dengan umur sebayanya.

“Stunting disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu praktek pengasuhan yang tidak baik, kurangnya akses ke makanan bergizi, kurangnya akses air bersih dan sanitasi, dan terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan anc, post natal dan pembelajaran dini yang berkualitas,” kata .

Selain itu, pemaparan tentang Pedoman Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga disampaikan pada sosialisasi kali ini. Siti Chusnul Chotimah mengatakan bahwa PHBS adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran, sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat. (red)

Please follow and like us:
fb-share-icon
Tweet 20
fb-share-icon20

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

RSS
Follow by Email
WhatsApp