Khutbah Jum’at : Sabar dan Shalat sebagai Solusi Kebangsaan dan Keumatan

Avatar admin
Khutbah Jum’at : Sabar dan Shalat sebagai Solusi Kebangsaan dan Keumatan
Sabar dan Shalat sebagai Solusi Kebangsaan dan Keumatan

Edisi: Khubah Jum’at

Oleh: Endang Yusro (Kepala SMA Muhammadiyah Kota Serang)

Khutbah Pertama

اْلحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيْدًا أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلهَ إِلاَّاللَّهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللَّهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا اتَّقُوْا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ، وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اِتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

Hadirin jamaah Jum’at Rahimakumullah

Masih membicarakan perihal shalat yang bersanding dengan sabar sebagai sebuah solusi akan permasalahan yang dihadapi setiap manusia. Shalat merupakan aktor utama peristiwa Isra’ wal Mikraj Nabi Muhammad Saw.

Shalat juga merupakan rukun Islam paling utama karena perintah melaksanakannya langsung dari Allah SWT. kepada Rasul-Nya, tanpa melalui perantara Malaikat Jibril as. berbeda dengan Rukun Islam yang lainnya yang disampaikan melalui Malaikat Jibril as.

Di samping Islam mengajarkan sabar kepada umatnya dalam menghadapi problematika hidup, shalat merupakan solusi fundamental dalam Islam untuk menghadapi masalah.

Hubungan keduanya, jika sabar melatih ketahanan mental dan emosi, shalat merupakan sarana komunikasi langsung dengan Allah SWT. untuk memohon pertolongan, ketenangan, dan bimbingan. Al-Qur’an Surah al-Baqarah ayat 45 menjelaskan tentang hal ini:

وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَۙ

“Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya (shalat) itu benar-benar berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk”.

Keduanya, sabar dan shalat bekerja secara sinergis. Sabar menenangkan jiwa dari keluhan, sementara shalat membawa solusi dari Allah, terutama bagi yang khusyu mengerjakan, menjadikannya kekuatan spiritual dan psikologis untuk melewati cobaan hidup.

Hadirin jamaah Shalat Jum’at yang berbahagia,

Peran sabar  menjernihkan pikiran dan hati. Sabar mencegah keputusan sembrono, tanpa kendali. Sabar juga untuk menahan diri, melatih emosi, pikiran, dan perilaku agar tidak dikuasai hawa nafsu saat menghadapi kesulitan. Dan yang paling penting berlaku sabar sebagai implementasi melaksanakan perintah Allah dan Rasul-nya. Kesabaran dalam ketaatan dan menghadapi takdir adalah jihad yang berpahala besar.

Sementara itu peran shalat dalam menyelesaikan masalah adalah: Pertama sebagai sarana komunikasi kepada Allah SWT. Melalui shalat kita memohon langsung kepada Allah sebagai sumber segala solusi.

Kedua, mendatangkan  ketenangan batin dan menjauhkan dari perbuatan keji. Dalam hal ini Nabi Muhammad Saw. selalu shalat ketika menghadapi kesulitan, sebagaimana sabdanya,

وَجُعِلَتْ قُرَّةُ عَيْنِـيْ فِـي الصَّلَاةِ

“Dan dijadikan kesenangan hatiku ada dalam shalat.”

Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wasallam meminta kepada Bilal, sebagaimana sabdanya:

يَا بِلَالُ ، أَرِحْنَا بِالصَّلَاةِ

“Wahai Bilal! Istirahatkanlah kami dengan shalat!” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Ketiga, shalat yang dilakukan dengan benar akan mencegah perbuatan maksiat, yang merupakan akar masalah di dunia, sekaligus menjadi sarana mengingat Allah untuk kebahagiaan akhirat.

اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ ؕ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ ؕ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ


“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (shalat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan,”

Ma’asyiral muslimin jama’ah Jum’at rahimakumullah

Hubungan keduanya, sabar & shalat, merupakan satu paket, sepasang solusi permasalahan hidup yang tidak terpisahkan, sebagaimana Firman Allah SWT:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوا اسۡتَعِيۡنُوۡا بِالصَّبۡرِ وَالصَّلٰوةِ ؕ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيۡنَ‏

“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar,” (Q.S. Al-Baqarah: 153)

Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah, mengakhiri khutbah ini khatib mengajak terutama kepada diri sendiri agar jika menghadapi masalah, segera berwudhu lakukan shalat dengan khusyuk.

Kemudian sabar dalam menjalani proses dan tidak mengeluh, sambil terus memohon pertolongan Allah. Meyakini bahwa Allah beserta orang-orang yang sabar.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ اقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمَدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ارْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ وَ الْبَشَرِ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنُ بِنَظَرٍ وَأُذُنَّ بِخَبَرٍ أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ وَمَا بَطَنَ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرِ بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنِي بِمَلائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ أَمَنُوا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلَّمُوا تَسْلِيمًا‎ 

إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ , يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ . حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ . يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ . اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَسَلِّمْ وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْ كُلِّ صَحَابَةِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ . اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إنَّك قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ . اللَّهُمَّ أَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَاجْعَلْ فِي قُلُوبِهِمْ الْإِيمَانَ وَالْحِكْمَةَ وَثَبِّتْهُمْ عَلَى مِلَّةِ نَبِيِّك وَرَسُولِك .  رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِي ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةٗ وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِ حَسَنَةٗ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبّى اْلعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُون وَالسَّلاَمُ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Please follow and like us:
fb-share-icon
Tweet 20
fb-share-icon20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Luar Negeri:
1500 — 1960

Sebuah pameran tentang representasi yang berbeda dari laut sepanjang waktu, antara abad keenam belas dan kedua puluh. Berlangsung di Ruang Terbuka kami di Lantai 2 .

RSS
Follow by Email
WhatsApp