Kabupaten Serang, amalinsani.org Untuk pertama kalinya Ikatan Dosen Republik Indonesia (IDRI) provisnis Banten menggelar acara Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang melibatkan Dosen-dosen PTN dan PTS se Banten. Kegiatan PKM kolaborasi ini merupakan sebuah terobosan yang menginspirasi dan sejalan dengan kampus merdeka, dimana dalam kondisi saat ini kampus-kampus tidak dapat berjalan sendiri-sendiri dan harus berkolaborasi bersama-sama.

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Minggu (21/03/2021) di Pulau Tunda, salah satu Pulau terpencil di Kabupaten Serang menerjunkan 25 orang Dosen yang berasal dari berbagai Perguruan Tinggi di Banten, yaitu; Universitas Primagraha (UPG) Serang; Politeknik PGRI Banten; Universitas Al Khairiyah (UNIVAL) Cilegon; Universitas Bina Bangsa (UNIBA); Universitas Serang Raya (UNSERA); Universitas Sultan Ageng Tirtaysa (UNTIRTA); STKIP Situs Banten; STMIK Insan Pembangunan Tangerang; Universitas Banten Jaya (UNBAJA) dan STIE Banten.

Achmad Rozi El Eroy selaku Ketua IDRI Banten mengapresiasi dan berterimakasih kepada para Dosen yang sudah bersedia bergabung dalam misi pengabdian di Pulau Tunda, walaupun dengan kondisi yang sangat terbatas.

“Kami berharap kegiatan PKM ini menjadi pemantik bagi kegiatan kolaborasi dan sinergi antar Dosen se Banten dan Perguruan Tinggi dengan Masyarakat Pulau Tunda, untuk memajukan kesejahteraan ekonomi masyarakat” ungkap Rozi yang juga tercatat sebagai Dekan FEB di Universitas Primagraha (UPG)

Salah satu pembicara dalam kegiatan PKM Kolaborasi para Dosen se Banten Ipang Sasono, saat dimintai tanggapan terkait kegiatan PKM ini mengatakan Kegiatan ini memberi pengalaman yang luar biasa kepada seluruh dosen yang turut serta karena dapat saling berbagi antara dosen lintas disiplin ilmu. Pelatihan yang diberikan dapat memberi perspektif secara helicopter view karena dibawakan oleh dosen yang memiliki latar belakang yang berbeda sehingga masyarakat pulau tunda mendapatkan pengetahuan dari berbagai sudut pandang.

“Harapan saya kepada warga pulau tunda adalah tetap belajar dan saling bekerjasama dan mengaplikasikan semua materi yang sudah diberikan oleh pemateri…” ujar Ipang yang tercatat sebagai Dosen STMIK Insan Pembangunan Tangerang

Hj Fatonah yang di daulat menjadi narasumber dalam kegiatan PKM mengatakan, pada dasarnya masyarakat pulau Tunda memiliki semangat yang tinggi untuk menjadi wirausaha demi menambah penghasilan keluarga. Disisi lain warga Pulau Tunda juga sangat membutuhkan bantuan biaya pendidikan melanjutkan perguruan tinggi mengingat semangat belajar yg dimiliki sangat tinggi sementara kemampuan ekonomi orangtuanya sangat terbatas.

 “Banyak Masyarakat yang Sulit melakukan penetrasi pasar ke luar pulau, sehingga tidak berani membuat produk yang banyak; kuran. Kurang kontinyu dalam pendampingan usaha baik dalam hal penggunaan modal maupun pembukuan sehingga modal habis menguap begitu saja saat diberikan bantuan modal dari salah satu instansi instansi pemerintah.” ungkap Dosen Universitas Bina Bangsa yang akrab disapa bu haji ini.

Hj. Fatonah menambahkan bahwa masyarakat kurang familiar dengan teknologi informasi sehingga promosi mengalami tidak meluas hanya dipulau itu saja yang penduduknya relatif sedikit.

“Melalui PKM Kolaborasi Dosen se Banten ini diharapkan adanya pelatihan tentang strategi penetrasi pasar;  Adanya pelatihan cara membuat pembukuan sederhana sehingga pelaku usaha disana paham cash flow dari usaha yang dijalankannya dan modal terus bertambah; dan diadakannya pelatihan cara promosi yang baik dan keuntungan pentingnya melakukan promosi tersebut.” pungkas Hj. Fatonah.

Berbeda dengan Hj. Fatonah, Eny Suhaeni yang juga tercatat sebagai Dosen Tetap di STIE Banten berharap Langkah awal kegiatan PKM ini semoga kedepan lebih berkesinambungan lagi dalam memberikan pelayanan dan pengabdian pada masyarakat, dengan menggandeng Dinas-dinas terkait dalam pemerintahan dan program terbaiknya.

“Salah satu dinas terkait yang dapat di gandeng adalah DP3AKB (Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan keluarga Berencana) yang senantiasa memiliki program-program memberikan sosialisasi, peyuluhan sampai pembinaan pada kesehtan masyarakt mulai dari pendidikan Dasar, Menengah, sampai perguruan tinggi melalui program PIK-R.” ungkap Eny dalam pemaparan materi tentang Kesehatan Masyarakat.

Eny berharap, kedepan IDRI Banten dapat menjadi penghubung antara masyarakat dan Dinas yang ada di pemerintah Kabupaten untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakatmulai di tingkat RT, RW, Desa, Kelurahan bahkan Kecamatan.

“Dengan adanya program Kolaborasi, diharapkan dapat meyiapkan remaja-remaja yang sehat, terampil dan sejahtera baik dalam segi kesehatan maupun life skillnya di masyarakat Pulau Tunda.” pungkas Eny. (red)

Please follow and like us:
Tweet 20
fb-share-icon20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *