Menemukan cara sukses di usia muda bisa jadi investasi waktu di masa depan. Seperti pepatah, bersakit-sakit dahulu dan bersenang-senang kemudian. 

Belakangan kita melihat makin banyak anak muda yang masuk daftar Forbes 30 under 30. Atau tak usah muluk-muluk, begitu banyak yang seolah sukses muda dan mapan di usia yang bahkan belum genap 28 tahun. 

Sebenarnya ada cara sukses di usia muda yang bisa kita pelajari bila ingin mengikuti jejak anak-anak muda yang mapan dan cuan dengan jalur yang sehat. Begini tipsnya. 

Cara sukses di usia muda via pergaulan

Selektif dan tetap menjaga keberlangsungan pergaulan. Foto via Kledo.

Anak muda sekarang banyak yang introvert, apalagi pasca pandemi. Namun itu bukan penghalang untuk bergaul. Ada satu kuncinya, temanmu adalah cerminan dirimu. Nah, kemudian proyeksikan ingin seperti apa kita. 

Bila ingin menjadi orang yang sukses, bertemanlah dengan mereka yang ulet, lincah, pandai dan inovatif. Lebih spesifik lagi adalah mereka yang punya jiwa entrepreneurship sejak dini. Ibaratnya bila di serial Upin dan Ipin, adalah karakter Mail yang gemar berniaga. Baik mereka yang masih merintis atau sudah sukses, keduanya bisa menjadi sumber inspirasi dan gerbang untuk koneksi-koneksi berikutnya. Berteman dengan siapa saja, tapi selektif dengan pergaulan kita. 

Suka membaca dan update pengetahuan

Buku jadi jendela ilmu. FOto via Kemenkau.go.id

Agak klise buat bilang bahwa membaca adalah jendela dunia, tapi hal ini memang yang masih relevan hingga sekarang. Apalagi mengupdate informasi di jaman sekarang lebih banyak pilihannya. Bisa dari buku, internet, forum, mendengarkan podcast, hingga sesederhana nonton konten Tiktok. Ya, konten Tiktok ada juga yang materinya ‘daging’ banget. 

Cara ini nyatanya membantu kita tetap relevan dengan perubahan, termasuk pertambahan usia, perkembangan zaman, pergeseran generasi atau bahkan bergaul lintas kalangan. Misalnya tidak hanya baca novel, tapi juga buku pengembangan diri, bisnis online, update tentang situasi politik, memahami istilah baru digital dan sebagainya.

Ikut komunitas atau pelatihan 

Ikut training atau pelatihan untuk upgrade skill. Foto via Linkedin.

Saat ini komunitas dan bootcamp sudah menjamur dan makin inklusif buat semua kalangan. Di sini, kita bisa mendapatkan banyak perspektif, ilmu baru dan pengembangan diri. Kita sebut inklusif karena sejak pandemi, banyak yang bersedia menyediakan mini course atau seminar gratis secara online. 

Saat ada di sini, manfaatkan untuk membangun hubungan baik. Bila ada kegiatan, lakukan dengan optimal sehingga menimbulkan kesan dan testimonial yang baik pula. Siapa tahu di masa mendatang nama kita yang mereka cari untuk sebuah proyek potensial. 

Cara sukses di usia muda dengan kelola uang

Mengelola finansial agar tidak kaget saat banyak uang atau kehabisan. Foto via FInansial Bisnis

Di jaman serba flexing, ikut-ikutan pamer bukan hal yang penting. Kelola uang yang kita miliki agar tidak terbakar habis hanya untuk pembuktian pada mereka yang tidak benar-benar perlu kita impresi. Saat ini banyak instrumen investasi yang memudahkan anak muda mengelola asetnya. 

Seperti nabung emas, saham reksadana dan lainnya. Selain itu, bila punya sedikit modal, coba saja untuk buka usaha kecil-kecilan, baik dalam bentuk produk ataupun jasa. Jadi selain mengelola apa yang kita punya, juga bisa mengembangkannya jadi pemasukan sampingan. 

Tidak takut gagal

Tidak takut gagal. Fito via University of Maryland

Masih ada kaitannya dengan poin sebelumnya, jangan takut dengan kegagalan karena lebih banyak yang seorang pebisnis pelajari dari kejatuhan mereka, daripada lewat teori ataupun motivator. Oleh karena itu ada yang bilang bahwa pengalaman adalah guru terbaik. 

Bila mengalami kegagalan, jangan ragu untuk coba minta sudut pandang atau belajar dari rekanan-rekanan kita. Saling bahu membahu seperti ini bisa jadi inspirasi untuk tetap berani mencoba dan semangat lagi. 

Belajar manajemen waktu

Punya time management. Foto via Sociolla.

Orang sukses banyak yang bangun pagi. Ada juga yang terjaga di dini hari dan masih banyak lagi mazhab kesuksesan ditinjau dari manajemen waktu role model kita. Apapun itu, sesuaikan dengan kondisi kita sendiri.

Hal ini meliputi apakah kita tipikal orang yang bisa melakukan lebih dari 1 hal atau hanya bisa fokus akan 1 kegiatan saja. Apakah kita sekolah, menganggur atau sedang bekerja. Apakah tinggal sendiri atau punya tanggungan hidup dengan orang lain. Semua itu akan berpengaruh pada skala prioritas dan bagaimana mengatur waktu yang kita miliki. 

Berpikir kritis dan inovatif

Kreatif dan inovatif. Foto via Unsplash/Corinne Kutz

Banyak pengusaha muda Indonesia yang mulai usaha berawal dari kesulitan yang mereka alami. Hal ini membuatnya berpikir kritis bahwa orang lain ternyata mengalami masalah yang serupa dan belum ada solusinya. Lantas bagaimana bisa menciptakan solusi yang paling efisien untuk orang-orang dengan masalah tersebut?

Ini adalah langkah awal untuk menemukan inovasi yang berdampak dan bisa jadi peluang bisnis kita. Sebagai contoh adalah lahirnya salah satu aplikasi transfer gratis Flip yang berangkat dari kesulitan ownernya saat jadi mahasiswa. Atau para pengusaha kopi kekinian yang bikin kopi tongkrongan sekarang bukan hanya untuk kalangan tertentu saja. 

Cara sukses di usia muda di atas bisa menjadi pakem sederhana. Memang penerapannya tidak semudah kelihatannya, tapi mulai saja dulu sampai bisa menemukan jalur dan kecepatanmu. Semoga makin banyak anak bangsa yang bisa memberikan dampak pada kehidupan masyarakat sekitarnya. 

Please follow and like us:
fb-share-icon
Tweet 20
fb-share-icon20