Kekerasan terjadap Anak harus menjadi perhatian bersama seluruh Masyarakat

AMAL INSANI –Dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional tahun 2023, Amal Insani Foundation Kembali menggelar Seminar Nasional dengan mengambil tema: Masih Tingginya angka kekerasan terhadap Anak. Menghadirkan Narasumber Muhammad Uut Lutfi, selaku Pengurus Pusat Komnas Perlindungan Anak, Ustadz Sujarwo Putra, seorang penggiat dan pemerhati sosial asal Yogyakarta, dan Linda Mulyawati yang merupakan Ketua STIT Muhammad Mardiyana Tangerang, Banten. (23/07/2023)

Seminar Nasional yang dimulai pukul 13.00 Wib diikuti oleh mahasiswa, dosen dan para guru secara nasional. Kegiatan di pandu oleh Moderator Mia Minhatul Ma’arif, M.Pd selaku Dosen di STKIP Syekh Mandyur Pandeglang, Banten.

“Anak dalam pandangan Islam adalah hadiah dari Allah yang dititipkan kepada kita. Hadiah dalam bahasa Arab seakar kata dengan hidayah. Hadiah berarti pemberiaan yang menunjukkan kasih sayang. Jadi, anak adalah titipan yang diserahkan Allah kepada kita sebagai bentuk ungkapan kasih sayang-Nya terhadap kita.” demikian ujar Ustdaz Sujarwo Putra dalam mengawali pemaparan materinya.

Ustadz Sujarwo Putra Saat menyampaikan Materi Seminar Nasional (23/07/2023)

Ustadz Sujarwo menambahkan, Karena anak adalah hadiah yang dititipkan kepada kita tersebab kasih sayang Allah, maka anak semestinya kita jaga, kita rawat, dan kita didik dengan kasih sayang pula. Begitu juga, karena anak adalah titipan Allah, maka anak seharusnya pula kita jaga, kita rawat, dan kita didik sesuai dengan Dzat yang menitipkan. Allah yang penuh kasih dan sayang.

“Dalam pandangan Al Quran, anak adalah hadiah dan anugerah yang dititipkan kepada kita agar kita menjadi hamba Allah yang bersyukur. Anak adalah perhiasan, peneduh hati, sekaligus amanah agar kita bisa bersama-sama menjadi hamba Allah yang tunduk dan patuh: hamba yang bertakwa. Justru yang terakhir ini, menjadi fokus pertama dan utama dalam menjaga, merawat, dan mendidik anak. Ayat-ayat Al Quran, di banyak tempat menegaskan. Kisah-kisah para Nabi dan orang teladan, menguatkan. Doa yang kerap kita panjatkan, meneguhkan.” Ungkapnya

“Saya berkeyakinan, perubahan paradigma kita dalam memandang anak, dan ditambah dengan pengetahuan serta pengamalan 7 Ilmu Penjernih Hati — yang akan merubah cara pandang, sikap, prilaku, dan perbuatan kita — akan turut memberi kontribusi yang besar dalam menciptakan dunia yang lebih baik bagi anak-anak kita. Dunia tanpa kekerasan.” Pungkas Tenaga Ahli di BPH Universitas Cokroaminotoi Yogyakarta ini.

Kekerasan Anak Harus Di Hentikan

Dalam sambutan pembukaan, CEO Amal Insani Foundation Achmad Rozi El Eroy mengatakan bahwa Momentum Hari Anak Nasional semsetinya dijadikan sebagai momentum untuk memperbaiki dan menata ulang pola asuh anak, sehingga terhindar dari kekerasan. Baik itu kekerasan fisik, maupun psikis.

“Kita sungguh sangat prihatin, bahwa kekerasan terhadap anak masih sering kita jumpai disekeliling kita. Dan yang lebih tragis adalah bahwa pelaku dari kekerasan terhadap anak tersebut adalah orang yang sangat dekat dengan sang anak.” ungkapnya.

Rozi menambahkan, Persoalan kekerasan terhadap anak hendaknya menjadi perhatian kita bersama sebagai warga masyarakat yang memiliki kepedulian untuk proses tumbuh kembang anak menjadi lebih baik lagi. Kekrasan terhadap Anak harus dihentikan. Jangan ada lagi kita mendengar ada berita Anak di bunuh atau dianiaya oleh orangtuanya.

“Kegiatan Seminar ini diharapkan dapat menjadi masukan dan pengingat bagi kita bahwa, sudah saatnya kita melakukan rekonstruksi terhadap pola asuh kepada anak yang lebih ramah dan lebih melindungi potensi sang anak.” pungkas Rozi. (red)

Please follow and like us:
fb-share-icon
Tweet 20
fb-share-icon20