Serang. amalinsani.org.  Bertepatan dengan hari lahir Pahlawan Nasional HOS Tjkroaminoto, 16 Agustus, Guru Bangsa Institute menyelenggarakan kegiatan Refleksi 139 Tahun Guru Bangsa HOS Tjokroaminoto. Kegiatan yang mengambil tema, Meneladani Pemikiran dan Perjuangan Guru Bangsa HOS Tjokroaminoto bagi Generasi Millenial dibuka secara resmi oleh Achmad Rozi El Eroy selaku Fonder dan sekaligus Direktur Eksekutif Guru Bangsa Institute (16/08/2021).

Dalam sambutan sambutan pembuka, Achmad Rozi El Eroy memaparkan bahwa Guru Institute merupakan lembaga kajian strategis yang menjadi wadah bagi para akademisi alumni Universitas Cokroaminoto Yogyakarta yang saat ini tersebar di berbagai wilayah.

“Guru Bangsa Institute ini merupakan wadah dan representasi para kader dan penerus perjuangan HOS Tjokroaminoto. Webinar kali ini kami hadirkan sebagai bentuk tanggungjawab moral kami untuk melakukan revitalisasi tentang pemikiran dan perjuangan HOS Tjokroaminoto sebagai Guru Bangsa.” ungkap Rozi yang juga menjabat sebagai Ketua IDRI Provinsi Banten.

Webinar Nasional menghadirkan pembicara Ketua Mahkamah Konstitusi RI periode 2013-2015 Dr. Hamdan Zoelva yang juga merupakan Ketua Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam menjadi Pemantik Diskusi.  Selanjutnya ada Prof. Dr. Lili Romli selaku pengamat politik dan Ketua ICMI orwil Banten, Kemudian menghadirkan juga Dosen Universitas Paramadina Jakarta,  Dr. Herdi Sahrasad yang menjadi Aktifis INDEMO sekaligus penulis Buku Satu Guru Tiga Ideologi.

Dalam Webinar juga dihadirkan Mufti Ali, Ph.D selaku peneliti, penulis dan Sejarawan yang banyak menulis buku-buku Sejarah Tokoh Bangsa, dan Isbatullah Alibasja sekalu aktifis pergerakan dan sekaligus Founder Rumah Peradaban Banten.

peserta Webinar Refleksi HOS Tjokroaminoto (sumber foto: tangkapan layar)

Webinar dipandu oleh Moderator Riska Mahira, aktifis muda yang pernah menjadi Ketua BEM UPI Serang.

Dalam paparannya, Hamdan Zoelva mengatakan bahwa HOS Tjokroaminoto merupakan  tokoh pergerakan, pemikir dan penulis yang dapat menjadi cerminan dan teladan bagi kita saat ini.  

“Menurut HOS Tjokroaminoto, Negara wajib menciptakan tata ekonomi yang adil, yaitu tata ekonomi yang tidak berdasarkan kapitalisme. Kapitalisme adalah Riba’ yang paling nyata,karena itu Kapitalisme harus dihabisi sampai ke akar-akarnya, karena tidak mungkin lahir tata ekonomi yang adil dengan kapitalisme. Dan inilah yang menginspirasi lahirnya Pancasila. “ ungkap Hamdan Zoelva.

Hamdan Zoleva menyitir pesan HOS Tjokroaminoto bagi Generasi Millenial, “Mari kita kembai kembali kepada budaya bangsa kita, mari kita mengembangkan kekuatan ekonomi,  kita rebut kekuatan ekonomi,  jangan biarkan orang lain yang berkuasa di bidang ekonomi, inilah titipan HOS Tjokroaminoto bagi generasi millennial.” pungkas Hamdan Zoelva.

Dalam kesempatan kedua, Prof.Lili Romli mengapresiasi kegiatan Webinar refleksi HOS Tjokroaminoto ini ditengah menurunnya pemahamanan dikalangan generasi millennial tentang sumbangan Islam terhadap terbentuknya bangsa Indonesia.  Dan melupakan peran tokoh-tokoh Islam dalam pembentukan bangsa, bahkan seakan-akan ada pihak-pihak yang berusaha untuk membenturkannya.

Menyinggung tentang perjuangan HOS Tjokroaminoto,  Lili Romli mengatakan bahwa HOS Tjokroaminoto telah memberikan kesadaran kepada kepada kita tentang pentinnya membangun kekuatan organisasi sebagai wadah menentang penjajahan.

“Bicara Hos Tjokroaminoto tidak bisa lepas dari Syarikat Islam. HOS Tjokroaminoto dan Syarikat Islam merupakan satu kesatuan yang utuh, tidak dapat dipisah-pisahkan. HOS Tjokrominoto adalah Syarikat Islam, dan Syarikat Islam adalah HOS Tjokroaminoto. “ tegas Lili Romli.

Bagi Lili Romli,HOS Tjokroaminoto adalah orang yang pertama kali menggagas  dan berkontribusi apa itu Sosialisme dalam Islam.

Lebih lanjut Prof. Lili Romli menambahkan, HOS Tjokroaminoto telah memberikan contoh keteladanan yang patut di contoh oleh para generasi Millenial sekarang ini, setidaknya pada 3 aspek keteladanan.  Pertama, HOS Tjokroaminoto adalah sosok pemimpin yang Egaliter; beliau menolak sebutan sebagai Ratu Adil; kedua keteladanan yang terkait dengan kemampuan mengayomi semua kelompok-kelompok yang ada dan mempersatukan para pengikutnya secara solidarity maker;  ketiga, HOS Tjokroaminoto, merupakan tokoh populis dan aksinya membumi,  yaitu pemikiran dan aksinya dekat dengan Masyarakat; (red)

Please follow and like us:
Tweet 20
fb-share-icon20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *