Cilegon adalah sebuah kota di ujung paling barat pulau Jawa dan merupakan salah satu kota di Provinsi Banten, Indonesia. Memiliki letak yang strategis sebagai gerbang ekonomi antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Kota Cilegon dikenal sebagai kota industri baik industri berat (baja), kimia, petrokimia, perdagangan dan jasa. Memiliki pelabuhan bertaraf nasional maupun internasional dan memiliki berbagai objek vital nasional. Kota Cilegon identik akan disebut sebagai Kota Baja mengingat kota ini merupakan penghasil baja terbesar di Asia Tenggara.

“Dua puluh satu tahun usia kota Cilegon berdiri namun masih banyak persoalan yang tak kunjung selesai. Mulai dari Persoalan tata kota yang semakin hari semakin semrawut, Banjir tiap tahun semakin memperihatinkan, Pembangunan jalan yang tak bermutu, Pergerakan Usaha mikro kecil dan menengah yang lambat, dan Perlindungan dan jumlah penyerapan tenaga kerja jalan ditempat. “ demikian ungkap Udi Iswadi, Ketua Federasi Serikat Pekerja Indonesia Cilegon

Lebih lanjut Udi mengatakan, “Dari persoalan diatas jika kita lihat data statistik tahun 2017-2019 terkait tingkat partisipasi angkatan kerja cenderung relatif sama yaitu 60,44%, 63,56% dan 62,74% dapat diartikan bahwa lapangan pekerjaan di Kota Cilegon sangat sulit sekali dimasuki oleh calon tenaga kerja lokal.” ujarnya

“Persoalan ini dapat diakibatkan kesempatan yang tidak diberikan atau kemampuan dan kompetensi angkatan kerja kita belum mampu bersaing dengan pekerja dari pendatang. Sebuah pekerjaan rumah yang besar di masa usia dewasa bagi kota Cilegon. Belum lagi persoalan angkatan kerja kita sekarang yang bersifat millenialis menjadikan persoalan sebagai calon pengangguran. Adapun tingkat pengangguran dari tahun 2017-2019 didapat nilai yang hampir sama tidak signifikan berubah yaitu 11,88%, 9,33% dan terakhir naik sedikit menjadi 9,68%. “ tegasnya dalam sebuah pesan singkat WhatsApp.

Seperti yang kita ketahui, kecenderungan adanya dana investasi segar masuk ke Cilegon dari tahun ke tahun seperti yang disampaikan oleh Ketua DPMPTSP Kota Cilegon, menjadikan kota Cilegon magnet kesejahteraan dari berbagai daerah, namun demikian tingkat kesempatan kerja dari tahun 2017 sampai 2019 tidak signifikan meningkatkan dari 88,12%, 90,67% dan terakhir 90,32%. Hal ini dapat diartikan bahwa kondisi ini tidak serta merta menjadikan angkatan kerja kota Cilegon terserap dalam dunia kerja.

Udi menambahkan, “Janji Walikota dan Wakil Walikota Kota Cilegon terpilih yaitu Bapak Heldy dan Bapak Sanuji antara lain akan menjadikan kota Cilegon lebih professional dan akutanbel, memajukan dunia pendidikan yang berkualitas, berprestasi dan berdaya saing (kompeten). Tidak lepas dari target lainnya juga yaitu focus terhadap pelayanan masyarakat terutama terkait fasilitas kesehatan.”

“Terpilihnya Helldy-Sanuji sebagai pemimpin baru Kota Cilegon, membuat sebuah oase yang dinanti-nantikan oleh semua pihak tidak terkecuali oleh pekerja atau buruh. Harapan yang terbesar pekerja atau buruh kota Cilegon adalah adanya payung hukum berupa Perda ketenagakerjaan sebagai pelindung dari adanya sistem kapitalisme ekonomi, memberikan kepastian kerja dan juga kesejahteraan yang berkesinambungan. Kedua alternatif atau pilihan dalam bekerja perlu diperluas dan dikembangkan seperti halnya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi prioritas Walikota dan Wakil Walikota yang baru sehingga pekerja atau buruh dapat berupaya untuk berdikari dalam berusaha sehingga pada akhirnya ekonomi akan dapat berjalan dengan cepat.” pungkasnya (admin)

Please follow and like us:
Tweet 20
fb-share-icon20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *